Hubungan antara Propionibacterium, Asupan Natrium dan Jerawat

The following two tabs change content below.

Muslim Amanah

Konsultan Kesehatan at Ahli Herbal
Penggiat herbal dan kesehatan. Pengelola ahliherbal.com, toko obat herbal alami tradisional.

Propionibacterium merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat dijumpai di seluruh bagian tubuh manusia. Pada kasus tertentu, bakteri ini memicu timbulnya infeksi, salah satunya adalah acne vulgaris (jerawat). Acne vulgaris merupakan jerawat yang ditandai dengan keberadaan nanah, warna kemerahan pada kulit, serta rasa nyeri. Bagi orang yang berjerawat, beberapa jenis makanan juga dapat meningkatkan timbulnya jerawat. Meskipun beberapa orang percaya bahwa terdapat kaitan antara asupan makanan tinggi natrium (garam) dengan munculnya jerawat, hingga saat ini belum ada penelitian yang secara khusus melihat keterkaitan antara kedua hal tersebut.

Propionibacterium

Propionibacterium merupakan bakteri anaerobik (tidak membutuhkan keberadaan oksigen) dan pada kondisi normal merupakan bakteri nonpatogen. Namun demikian, beberapa spesies dapat masuk ke dalam darah dan cairan tubuh serta mengakibatkan infeksi. Propionicaberium juga terdapat pada beberapa jenis keju serta produk olahan susu yang lain. Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang memiliki pertumbuhan lambat serta menghasilkan beberapa senyawa kimia seperti asam laktat, asam propionat, dan asam asetat melalui metabolisme glukosa. Satu penyakit umum yang diakibatkan oleh Propionicabterium adalah acne vulgaris. Propionicabterium juga dapat mengakibatkan abses pada otak, empiema subdural, infeksi gigi, endokarditis (infeksi pada jaringan jantung), konjungtivitis (infeksi pada selaput mata/ timbil), permasalahan pada dialisis peritoneal, serta peritonitis meskipun jarang.

Jerawat

Jerawat merupakan salah satu gangguan kulit yang sering muncul pada wajah dan pundak. Jerawat mengakibatkan munculnya semacam bentolan. Menurut PubMed Health produksi minyak yang berlebihan pada kulit dapat menghalangi pori-pori dan pembentukan sel baru serta menyulitkan pembersihan pori dari bakteri dan kotoran. Jerawat seringkali dialami oleh para remaja meskipun kondisi kulit seperti di atas dapat terjadi pada usia berapapun juga. Kemunculan jerawat dipengaruhi oleh genetik. Namun demikian, faktor-faktor tertentu seperti perubahan hormonal, obat-obatan tertentu, kelembaban yang tinggi, serta kosmetik yang berminyak  dapat memicu kemunculannya.

Asupan Makanan

Sudah sejak lama orang beranggapan bahwa beberapa jenis makanan, termasuk makanan berkadar natrium (garam) tinggi dapat mengakibatkan jerawat. Ulasan ilmiah secara sistematik yang dipublikasikan pada “Skin Therapy Letter” tahun 2009 mengkaji penelitian-penelitian terdahulu yang mengaitkan makanan dengan jerawat. Para peneliti mempelajari kembali 21 hasil penelitian observasional serta 6 studi klinis. Peneliti mendapati bahwa susu sapi dapat meningkatkan prevalensi dan keparahan jerawat.  Selain susu sapi, makanan dengan indeks glikemik tinggi juga dapat meningkatkan jerawat. Makanan berindeks glikemik tinggi adalah makanan yang dapat melepaskan gula sederhana sehingga mampu meningkatkan kadar gula darah dalam waktu yang sangat cepat. Umumnya makanan-makanan ini memiliki kalori yang tinggi.

Natrium (Garam)

Meskipun natrium (garam) dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar, salah satunya adalah hipertensi, namun tampaknya tidak mengakibatkan jerawat bertambah parah. The Mayo Clinic menyatakan bahwa sebagian besar warga Amerika Serikat mengonsumsi makanan berkadar natrium (garam) tinggi yang dapat memicu gangguan jantung dan pembuluh, sirosis, serta penyakit ginjal. Petunjuk laksana asupan makanan bagi warga Amerika Serikat tahun 2010 (The 2010 Dietary Guideline for Americans) menyarankan pembatasan asupan natrium (garam) menjadi 2.300 mg per hari atau hampir satu sendok teh per hari. Satu sendok teh garam kira-kira 2.325 mg, ini melebihi jumlah yang disarankan. Sebagian besar makanan dalam kemasan atau makanan yang telah mengalami pemrosesan juga mengandung kadar natrium yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya batasi jumlah asupan natrium (garam) Anda bukan karena khawatir dengan jerawat namun karena keinginan untuk mencegah gangguan pada jantung dan pembuluh Anda.

Referensi Artikel