Jenis-jenis Cairan Vagina

The following two tabs change content below.

Muslim Amanah

Konsultan Kesehatan at Ahli Herbal
Penggiat herbal dan kesehatan. Pengelola ahliherbal.com, toko obat herbal alami tradisional.

Berbagai Macam Cairan Vagina

 Menurut Cleveland Clinic, cairan vagina dapat berasal dari uterus, vagina, atau serviks. Meskipun kebanyakan wanita mengeluarkan cairan vagina, namun tidak semua jenis adalah normal dan mungkin saja merupakan gejala infeksi. Beberapa wanita akan mengeluarkan cairan vagina pada suatu waktu tertentu, sementara yang lain akan mengeluarkannya setiap hari. Memahami tubuh Anda dan apa yang normal dari tubuh Anda merupakan hal penting agar Anda tahu ketika terjadi suatu perubahan pada diri Anda.

Cairan putih

 Palo Alto Medical Foundation menjelaskan bahwa cairan putih kental yang keluar saat awal dan akhir fase menstruasi Anda adalah normal. Jika Anda mengalami gatal-gatal bersama cairan ini, mungkin saja ini adalah pertanda infeksi jamur, oleh karena itu pemeriksaan medis diperlukan.

Cairan Bening dan Mulur

Menurut Hassle Free Clinic, Anda mungkin akan mulai melihat mukus (cairan) ini setelah akhir siklus menstruasi Anda, dan pada awalnya mungkin berwarna keruh. Selama masa ini Anda dapat meregangkan diantara dua jari hingga seperempat inci. Semakin dekat dengan masa ovulasi Anda, mukus menjadi lebih bening. Pada waktu ini, Anda dapat merenggangkannya hingga lebih dari 1 inci. Menurut klinik tersebut, perubahan pada mukus diperlukan agar sperma dapat bertahan lebih lama dan bergerak dalam tubuh untuk memfertilisasi telur.

Keruh atau Kuning

Menurut Hassle Free Clinic, organisme tertentu dapat hidup dalam tubuh Anda, organisme yang bukan merupakan bagian daerah tersebut. Kuman-kuman tersebut dapat masuk tubuh Anda melalui hubungan seksual.  Infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual yang paling umum adalah gonore, klamidia, dan trikomonas.

Ketiga jenis infeksi tersebut menyebabkan dihasilkannya cairan vagina yang berbeda. Gonore menyebabkan cairan keruh atau kuning, sementara trikomonas menghasilkan cairan hijau, kuning atau keruh. Menurut Cleveland Clinic, klamidia seringkali tidak disertai cairan atau gejala, namun pengobatan untuk ketiga infeksi tersebut adalah pemberian pil atau injeksi.

Cairan Putih Berbau 

Vaginosis bakteri merupakan infeksi vagina yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar keasaman vagina, atau disebut sebagai pH. Faktor-faktor seperti hormon, siklus menstruasi, pembersihan vagina dengan menyemprotkan cairan pembersih ke bagian dalam vagina (douching) dan aktivitas seksual dapat mempengaruhi hal ini. Vaginosis bakteri menyebabkan cairan putih dan berbau amis. Pengobatan umumnya memerlukan pil atau krim vagina.

Cairan berdarah atau kecoklatan

Palo Alto Medical Foundation menyatakan bahwa selama masa ovulasi atau pertengahan siklus menstruasi, Anda mungkin menghasilkan cairan yang berwarna kecoklatan. Bahkan mungkin berupa darah yang berwarna coklat tua. Situs tersebut menjelaskan bahwa jika Anda mengalami bercak atau cairan ketika siklus menstruasi Anda belum tiba di saat seharusnya sudah tiba, Anda sebaiknya melakukan tes kehamilan karena hal ini mungkin saja merupakan tanda kehamilan.

Referensi Artikel