Keputihan Disertai Darah (Berdarah), Kok Bisa?

The following two tabs change content below.

Muslim Amanah

Konsultan Kesehatan at Ahli Herbal
Penggiat herbal dan kesehatan. Pengelola ahliherbal.com, toko obat herbal alami tradisional.

Pendarahan vagina sering terjadi pada wanita, karena keadaan biologis alami yang terjadi setiap bulan. Namun, terdapat waktu-waktu tertentu ketika cairan vagina abnormal dikeluarkan di antara periode menstruasi. Hal ini dapat disebabkan oleh kehamilan atau perubahan siklus menstruasi bulanan. Pendarahan vagina terkadang memerlukan pemeriksaan oleh dokter.

Menstruasi

Menstruasi, pendarahan bulanan wanita, terjadi ketika tubuh meluruhkan lapisan endometrium dalam uterus (rahim).  Cairan berdarah keluar dari serviks dan tubuh melalui vagina. Berdasarkan “Introduction to Maternity and Pediatric Nursing” oleh Gloria Leifer, siklus ini terjadi setiap 28 hari, dan cairan darah yang dikeluarkan kira-kira 30-40 ml dalam setiap siklus. Siklus menstruasi yang teratur memastikan kesehatan tubuh dan membantu memperkuat tulang dan dinding dalam rahim sebagai persiapan dari kehamilan karena peningkatan jumlah hormon. Saat tidak terjadi kehamilan, konsentrasi hormon akan turun dan dinding uterus akan luruh selama menstruasi.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit seksual menular, umumnya disingkat PMS, disebabkan oleh bakteri seperti gonore dan klamidia dapat menyebabkan dikeluarkannya cairan berdarah dari vagina. PMS kadangkala tidak menunjukkan gejala pada laki-laki, sedangkan gejala pada wanita dapat bervariasi dari tanpa gejala hinga uretitis, sakit tenggorokan, atau pendarahan abnormal saat menstruasi. Berdasarkan “Understanding Medical Surgical Nursing” yang ditulis oleh Linda Williams dan Paula Hopper, gonore dapat ditularkan dari ibu yang hamil kepada janinnya. Menurut “Centers for Disease Control and Prevention”, dibutuhkan waktu 1 bulan dari awal pemaparan hingga gejala penyakit gonorhea ini muncul.

Kehamilan

Berdasarkan American Pregnancy Association, pendarahan karena implantasi terjadi sekitar enam hingga 12 hari setelah pembuahan. Sedikit darah yang dikeluarkan vagina terjadi saat telur yang dibuahi menempel pada dinding uterus. Menurut MayoClinic, cairan berdarah ini dapat lebih terang dalam warna dibandingkan menstruasi normal dan berlangsung tidak lama. Kondisi kehamilan lain yang menyebabkan cairan berdarah yang dikeluarkan vagina termasuk hamil di luar kandungan (ectopic pregnancy) dan keguguran.

Abnormalitas Serviks dan Vagina

Abnormalitas pada serviks dan vagina dapat menyebabkan dikeluarkannya cairan berdarah dari vagina. Berdasarkan MayoClinic, cairan ini disebabkan oleh kanker atau kista dalam sistem reproduksi wanita, penyakit inflamasi pelvis, sindrom polikista ovarium, fibroid uterus, polip rahim, servisitis, hiperplasia endometrium, perimenopause, vaginitis, atau sarkoma rahim. Pemeriksaan lanjut oleh dokter diperlukan untuk mendiagnosa kelainan tersebut.

Luka vagina dan penyebab lain

Persenggamaan, seperti halnya luka serviks atau vagina, dapat menyebabkan pendarahan ringan pada vagina.  Korban perkosaan dan anak-anak korban kekerasan seksual seringkali mengalami pendarahan vagina setelah peristiwa tersebut. Konsentrasi hormon yang berfluktuasi, hipotiroidisme, dan penghentian pengobatan untuk mengontrol hormon seperti pada pengontrolan kelahiran dan terapi penggantian hormon, dapat menyebabkan pendarahan vagina. MayoClinic menyebutkan bahwa tamoxifen, suatu obat untuk terapi kanker payudara, juga dapat menyebabkan pendarahan vagina.

Referensi