Lupus, Sulit Didiagnosa Tapi Tak Menular

 

lupus2

Lupus merupakan penyakit autoimun atau suatu penyakit yang menyerang sistem imun tubuh hingga rusak, kemudian akan menyerang balik tubuh sendiri. Sementara pada kondisi normal sistem imun tubuh bertugas melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, dan berbagai zat berbahaya lain.

Akan tetapi, pada pasien penderita lupus sistem imun tubuhnya malah menyerang penderita lantaran hilangnya kemampuan membedakan antara sel tubuh sendiri dengan zat asing berbahaya.

“Sistem imun tubuh kehilangan kemampuannya membedakan yang mana lawan dan yang mana kawan. Ibarat kata seperti ditembak pistol yang dipegang sendiri,” demikian jelas seorang pemerhati lupus dari FKUI, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp. PDKHOM.

Sulit Didiagnosis

Hal yang mesti diwaspadai, lupus cukup sulit dideteksi. Tidak sedikit pasien yang berkali-kali melakukan pengobatan, namun penyakit seolah tidak mau segera sembuh. Alhasil setelah beberapa tahun kemudian baru terdiagnosis pasien tersebut menderita lupus.

“Lupus tidak bisa dideteksi di kali pertama pasien melakukan check up ke dokter. Dokter membutuhkan rekam medis cukup panjang, berbagai tes laboratorium, dan juga wawancara mendalam seputar riwayat kesehatan pasien beserta keluarga sebelum akhirnya memastikan penyakit lupus.” kata , Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp. PDKHOM.

Kesulitan diagnosa lupus juga didapati karena tidak adanya gejala yang khas. Gejala lupus cukup mirip dengan gejala penyakit lain bergantung dari bagian tubuh mana yang diserang. Dari sejumlah kasus lupus yang ada anehnya sama sekali belum ditemukan kasus yang serupa. Hal tersebut karena bagian tubuh yang diserang tidak sama. Meskipun sama, bisa jadi gejala yang muncul lain. Belum lagi, gejala penyakit berkembang secara perlahan, bisa bersifat sementara atau permanen.

Gejala Yang Menandai Penyakit Lupus

Gejala bisa didapati cukup ringan pada beberapa pasien lupus (opadus), sementara pada pasien lain bisa sangat berat bahkan sampai mengancam nyawanya. Itulah mengala lupus juga populer disebut penyakit peniru ulung atau seribu wajah.

Adapun gejala yang kerap muncul pada odapus yaitu sakit sendi, sendi bengkak, ruam pada kulit yang tidak kunjung hilang, sariawan yang tidak segera sembuh, rasa lelah yang berkepanjangan, jari menjadi biru atau putih saat merasa kedinginan, terlalu sensitif dengan sinar matahari, dan kadar trombosit yang rendah. “Bila seorang wanita dalam usia produktif menderita sakit yang tidak segera sembuh patut meski sudah berobat berkali-kali wajib waspada dan curiga, bisa jadi menderita lupus,” tambahnya.

Penyebab Lupus

Sampai saat ini sebenarnya belum diketahui apa penyebab sakit lupus. Berbagai macam teori pun muncul. Dalam hal ini faktor genetik kerap dijadikan kambing hitam. Namun, faktanya hanya 10% yang didapati riwayat lupus di dalam keluarga.

Ada pula teori yang menyatakan lupus dipicu faktor bahan kimia, pengonsumsian obat, paparan sinar ultraviolet, hormonal, dan stres. Lantaran lupus cenderung diderita wanita usia produktif (20 – 45 tahun), maka sejumlah ahli memiliki dugaan lupus memiliki kaitan dengan hormon estrogen. Akan tetapi, hal tersebut belum bisa dipastikan, “Jelasnya lupus bukan penyakit menular,” paparnya.

Upaya Pengobatan

Dikarenanya penyebab lupus belum diketahui, obat sakit lupus belum bisa ditemukan. Pengobatan yang dilakukan hanya ditujukan untuk mengurangi peradangan dan gejala yang muncul, serta mempertahankan supaya fungsi tubuh bisa tetap normal. Terapi dan obat yang diberikan pun tergantung dengan bagian tubuh yang diserang dan tingkat keparahan. Inilah mengapa pengobatan lupus sangat beragam pada masing-masing individu. Obat bagi sebagian besar odapus yaitu kortikosteroid, anti peradangan, antimalaria, dan asetaminofen.

Sejauh ini penderita hanya dapat “berteman” dengan penyakit untuk kurun waktu yang tidak pasti. Pengobatan lupus juga tidak cukup dengan obat. Pasien mesti menjalani terapi guna membangun mentalnya karena kerap menderita depresi dan stres. “Pasien mesti mendapat dukungan dari keluarga secara penuh supaya bisa hidup normal,” imbuhnya.