Makanan Penyebab Kanker Usus

The following two tabs change content below.

Muslim Amanah

Konsultan Kesehatan at Ahli Herbal
Penggiat herbal dan kesehatan. Pengelola ahliherbal.com, toko obat herbal alami tradisional.

Genetik tidak selalu menjadi penyebab dari kanker usus karena mayoritas penderita tidak memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit ini. Hal ini ditututurkan oleh Susan Cohan Kasdas dari Cancer Colon Foundation. Meskipun tidak ada makanan yang secara langsung menjadi penyebab kanker usus, beberapa makanan dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit ini.

Makanan (Diet)

Diet atau makanan menjadi salah satu faktor risiko penting dalam timbulnya kanker usus. Pengaturan terhadap makanan menjadi salah satu hal yang penting untuk mencegah timbulnya kanker ini. Meskipun tidak ada makanan yang dapat mengakibatkan kanker, makanan yang kita makan dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus karena sisa makanan pada proses pencernaan akan melewati usus atau usus besar, tandas Susan Cohan Kasdas dari Colon Cancer Foundation. Ketika melewati usus besar, sisa makanan akan bersinggungan dengan sel-sel usus besar sehingga senyawa-senyawa karsinogenik yang terdapat dalam sisa makanan dapat mempengaruhi sel-sel tersebut.

Menurut Physicians Committee for Responsible Medicine, bakteri juga memiliki peranan dalam timbulnya kanker usus. Bakteri dapat mengubah asam empedu, yang dikeluarkan oleh tubuh untuk membantu pencernaan lemak, menjadi suatu senyawa-senyawa yang dapat memicu kanker.  Senyawa-senyawa tersebut disebut sebagai asam empedu sekunder. Asam empedu secara normal dikeluarkan oleh tubuh untuk mencerna lemak. Semakin banyak lemak yang dikonsumsi, maka asam empedu yang dikeluarkan oleh tubuh akan semakin banyak pula. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika beberapa bahan makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging merah, serta daging dan makanan olahan lain yang berkadar lemak tinggi seperti keju, dapat meningkatkan risiko kanker usus. Konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus seperti halnya makanan yang kaya akan gula, menurut World Cancer Research Fund. Penggantian protein atau lemak hewani dengan protein atau lemak nabati dapat mencegah asupan kalori sehingga dapat menurunkan risiko obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko dari kanker usus.

Faktor Risiko Lain

Menurut Mayo Clinic, sejumlah faktor lain juga turut serta dalam meningkatkan kemungkinan timbulnya kanker usus. Faktor-faktor tersebut mencakup usia, ras Afro-Amerika, merokok, mengidap diabetes mellitus, aktivitas fisik yang rendah, pernah mendapat terapi radiasi untuk kanker, serta mengalami kondisi inflamasi usus.

Kiat Menurunkan Risiko

Makanan menjadi salah satu kunci utama untuk menurunkan risiko kanker usus. Pengalihan diet yang meningkatkan risiko kanker kepada diet sehat dengan sereal/ biji-bijian utuh (whole grain), buah dan sayuran, bersama dengan protein rendah kalori serta lemak takjenuh seperti omega 3, dapat menurunkan risiko kanker usus.

Susu, bawang putih, buah, sayuran yang tidak mengandung pati, ikan, dan makanan yang kaya akan vitamin D, selenium, folat, serat, serta kalsium bagus untuk menurunkan risiko kanker usus, menurut the World Cancer Research Fund.

Meningkatkan aktivitas fisik (termasuk salah satunya dengan olahraga), menghentikan merokok, serta melakukan pengujian (skrining) secara rutin terhadap kanker usus menjadi hal yang penting untuk membatasi risiko Anda terhadap kanker usus.

Referensi Artikel :